Dukung Kampanye Bersepeda ke Sekolah, Pemkot Yogyakarta Perkuat Jalur dan Fasilitas Pesepeda
Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung kampanye bersepeda ke sekolah atau bike to school yang diadakan para penggiat sepeda bersama salah satu produsen sepeda.
Bersepeda ke sekolah dinilai menjadi kegiatan positif dan itu sejalan dengan gerakan bersepeda Pemkot Yogyakarta beberapa tahun lalu.
Pemkot Yogyakarta akan memperkuat jalur-jalur sepeda serta sarana prasarana (sarpras) pendukung bersepeda.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi program edukasi dan kampanye bike to school yang diadakan Krosspit bersama Pacific Bike di SMPN 6 Yogyakarta.
Kegiatan itu diharapkan membuat pelajar lebih dekat dan tertarik menggunakan sepeda karena sebagian besar para pelajar SMP diantar ke sekolah oleh orang tua.
Program itu menurutnya sejalan dengan gerakan Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) Pemkot Yogyakarta tahun 2008 yang digagas Wali Kota Yogyakarta saat itu yakni Herry Zudianto.
“Kami ingin ke depan adik-adik bisa bersekolah menggunakan sepeda. Harapannya kembali lagi kita menggunakan sepeda karena sangat bagus mengayuh dan untuk aktivitas. Kami juga akan sosialisasikan kalau bepergian jarak dekat menggunakan sepeda,” kata Wawan saat kegiatan bike to school di SMPN 6 Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).
Pihaknya menegaskan selama ini Pemkot Yogyakarta sudah menyediakan jalur-jalur sepeda, rambu sepeda dan ruang pemberhentian sepeda di simpang jalan yang terdapat Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mencatat ada 65 ruas jalan dengan lajur sepeda, 152 ruang tunggu sepeda dan 421 rambu jalur alternatif sepeda. Setelah sarpras sepeda diperkuat, pihaknya akan menggerakan kembali bersepeda di masyarakat.
“Pemerintah akan memperkuat dulu sarana prasarana jalur-jalur sepeda dan ruang tunggu di banyak perempatan bagi pengguna sepeda. Kita siapkan dulu dengan baik sebelum launching (gerakan bersepeda kembali),” paparnya.
Kepala SMPN 16 Yogya Dwi Isnawati mengatakan mendukung program bike to school itu karena ada edukasi terkait bersepeda yang aman dan menyehatkan bagi para pelajar.
Diakuinya sebagian besar pelajar datang ke sekolah diantar orang tua. Namun masih ada beberapa pelajar di SMPN 6 Yogyakarta yang bersepeda ke sekolah.
“Kebetulan melalui zonasi penerimaan peserta didik itu yang terjaring itu banyak anak-anak di sekitar sekolah. Jadi yang rumahnya di sekitar sekolah ada sebagian anak-anak itu yang hanya jalan kaki, tetapi yang agak jauh sedikit itu biasanya menggunakan sepeda untuk ke sekolah,” tutur Dwi.


