Taman Bhineka Jadi Ruang Edukasi Nilai Kebhinekaan Generasi Muda

by Reporter Jogja 25 Views

Taman Bhineka Jadi Ruang Edukasi Nilai Kebhinekaan Generasi Muda

Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Wahana Taman Bhineka yang akan dibangun di Gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kehadiran wahana tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan nilai kebhinekaan bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menghadiri acara Syukuran dan Doa Bersama untuk proses pembangunan Wahana Taman Bhineka, Jumat (8/5/2026).

Wawan menilai pembangunan wahana tersebut sejalan dengan identitas Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota budaya, sekaligus kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

Menurutnya, keberadaan Wahana Taman Bhineka di lingkungan GIK UGM nantinya akan menjadi salah satu destinasi wisata edukatif modern yang mampu memperkuat citra Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.

“Pemkot Yogyakarta tentu mendukung penuh pembangunan Wahana Taman Bhineka ini. Kehadirannya diharapkan semakin mengokohkan Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya, sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menilai konsep yang diusung dalam wahana tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, terutama dalam memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih modern, interaktif, dan menarik.

Baca Juga:  Merah Putih di Istana Yogyakarta

Wawan juga berharap pembangunan wahana itu dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Yogyakarta, baik dari sisi pendidikan, kebudayaan, maupun pariwisata.

“Kami berharap wahana ini segera terwujud karena akan memberikan banyak ilmu dan wawasan bagi generasi muda. Ini bukan hanya tempat wisata, tetapi juga sarana pembelajaran tentang kebhinekaan, budaya, serta kekayaan Indonesia,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan pembangunan Wahana Taman Bhineka juga dinilai mampu mendukung pengembangan ekosistem kreatif dan inovatif di Yogyakarta.

“Dengan hadirnya fasilitas edukasi berbasis teknologi dan budaya, diharapkan mampu menarik minat pelajar, mahasiswa, wisatawan, hingga peneliti untuk datang dan belajar di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Aji Dharma Nusantara (YADN), Aulia Reza Bastian mengatakan pembangunan Wahana Taman Bhineka merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Universitas Gadjah Mada, Tarumanagara Foundation dan YADN.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ruang pembelajaran kebangsaan yang inovatif, inklusif, dan berbasis pengalaman interaktif bagi masyarakat.

Ia menjelaskan Wahana Taman Bhineka nantinya akan dibangun dengan konsep sembilan zona tematik yang menggambarkan keberagaman Indonesia dari berbagai aspek kehidupan.

Baca Juga:  Program Rampung Panertib Wujudkan Yogyakarta Tertib Tanpa Konflik

Kesembilan zona tersebut meliputi Gerbang Nusantara, Alam Nusantara, Suku dan Budaya, Ritual dan Tradisi, Spiritual dan Refleksi, Kekayaan Flora dan Fauna Endemik Indonesia, Trajectory UGM, Gimifikasi Nusantara, serta Electronic Library Interactive.

Pihaknya menambahkan setiap zona dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif yang mendalam kepada pengunjung, mulai dari pengenalan budaya, tradisi, lingkungan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Wahana ini kami rancang sebagai ruang pembelajaran interaktif tentang Indonesia dan kebhinekaan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, bisa mengenal Indonesia dengan cara yang menyenangkan, modern, dan inspiratif,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut pembangunan Wahana Taman Bhineka juga diharapkan menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Melalui pendekatan edukasi yang kreatif dan berbasis teknologi, wahana tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air.

Keberadaan wahana itu nantinya juga diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru edukasi dan wisata budaya di Yogyakarta yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Bagikan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *