Apa itu Gapura Lar Badak Khas Yogyakarta

Lar Badak merupakan identitas dan ciri khas bangunan pintu masuk (gapura) khas Yogyakarta, yang melambangkan batas wilayah. Secara filosofis, Lar berarti sayap burung dan Badak melambangkan kekuatan besar, di mana gapura ini melambangkan kekuatan, perlindungan, dan semangat gotong royong.

by ByURL 1 View

Apa itu Gapura Lar Badak Khas Yogyakarta?

Gapura Lar Badak adalah bangunan pintu masuk tradisional khas Yogyakarta yang menjadi batas wilayah desa, dengan ciri khas sayap burung (lar) dan simbol kekuatan (badak) pada sisinya.

Gapura ini merupakan wujud pesan moral Keraton Yogyakarta, melambangkan gotong royong dan perlindungan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait Gapura Lar Badak:

  • Filosofi: Lar berarti sayap burung dan Badak melambangkan kekuatan besar. Desainnya melambangkan kekuatan, kekokohan, dan perlindungan (ngayomi).
  • Tradisi dan Budaya: Sering digunakan sebagai bangunan ikonik warisan Mataram Yogyakarta.
  • Ciri Fisik: Memiliki tiang dengan lengkungan di tengah, dan seringkali dihiasi ornamen berbentuk bunga melati di bagian atas.
  • Material: Umumnya dibangun menggunakan material bata merah, memberikan nuansa tradisional yang kuat.
  • Keberadaan: Umumnya ditemukan di pedesaan Gunungkidul dan wilayah DIY lainnya sebagai penanda batas wilayah atau masuk desa.
  • Kondisi Saat Ini: Semakin jarang ditemui karena digantikan oleh gapura modern atau pecinan.
Baca Juga:  Perayaan Natal St Ignatius Loyola Wirobrajan

Bentuk Gapura Lar Badak

Gapura Lar Badak merupakan gapura yang biasanya terletak di samping kanan atau kiri pintu masuk sebuah desa.

Selain pintu masuk, gapura ini juga berfungsi sebagai pembatas antar wilayah.

Ada beberapa ciri khas dari gapura Lar Badak, di antaranya memiliki puncak tiang dengan bentuk kelopak bunga melati, tiang segi empat, lengkung gapura, lubang tiang gapura, dan mempunyai landasan dasar bangunan gapura yang terbelah menjadi dua sayap.

Gapura ini telah menjadi simbol kekuatan dan semangat gotong royong bagi masyarakat Yogyakarta.

Adanya tiang gapura yang tegak lurus, mencerminkan sikap masyarakat yang tegas dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik tanpa menimbulkan konflik.

Sayangnya, gapura khas Yogyakarta ini mulai jarang terlihat di desa-desa. Padahal, awal 2000-an, saya masih sering melihat gapura ini di setiap pintu masuk sebuah desa.

Saat ini, rata-rata pintu masuk di desa-desa sudah berganti dengan gapura dengan desain baru yang modern.

Baca Juga:  Pemkot Siapkan Branding dan Packaging Kampung Wisata Agar Dikenal Luas

Warisan Budaya

Gapura Lar Badak mencerminkan kearifan lokal khas Yogyakarta, dengan bunga melati yang melambangkan kesucian dan ketulusan masyarakatnya.

Kata ELAR atau LAR melambangkan sayap burung, sedang kata BADHAK merupakan simbol binatang berukuran besar dan kuat (dari Amerika) dan bukan yang dari Sumatra.

Kekuatan badak ini mirip dengan kekuatan Gajah, usia badak bisa lebih dari 40 tahun.

Sayap burung jumlahya dua dan badak memiliki kekuatan yang luar biasa, maka dalam penerapannya sayap itu posisinya berada disamping kiri dan kanan pintu masuk / keluar gapura.

Maka disebutlah Gapura Elar / Lar Badhak hingga saat ini, konon dahulu merupakan wujud dari pesan moral Kraton Ngayogyakarta yang dimunculkan pada lambang / simbol.

Gapura ini, yang juga dikenal sebagai tugu Elar Badhak, merupakan bagian dari upaya pelestarian tinggalan budaya nenek moyang yang ikonik warisan Mataram Yogyakarta.

Bagikan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *