Apa itu Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan kerusakan dan kematian sel-sel otak, yang sering kali muncul setelah usia 60 tahun, dan dapat membuat penderitanya kesulitan mengingat, berkomunikasi, hingga melakukan tugas dasar seperti makan atau berpakaian.

Penulis Megumi - Graphic Design 12 Views

Apa itu Alzheimer?

Alzheimer adalah gangguan otak neurodegeneratif progresif yang paling umum menyebabkan demensia, ditandai dengan penurunan bertahap pada daya ingat, kemampuan berpikir, bernalar, dan berperilaku hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit Alzheimer terjadi karena kerusakan dan kematian sel-sel otak, yang sering kali muncul setelah usia 60 tahun, dan dapat membuat penderitanya kesulitan mengingat, berkomunikasi, hingga melakukan tugas dasar seperti makan atau berpakaian.

Penyebab Alzheimer:

Jasa Pembuatan Website Jogja
Jasa Website Jogja
  • Kerusakan Sel Otak: Terjadi penumpukan protein abnormal (beta-amiloid dan tau) yang membentuk plak dan kusut, mengganggu komunikasi antar sel saraf hingga menyebabkan sel mati.
  • Penyusutan Otak: Kerusakan ini menyebabkan otak menyusut, terutama di area yang mengontrol memori dan fungsi kognitif lainnya.

Gejala Umum Alzheimer:

  • Gangguan Memori: Lupa percakapan atau peristiwa baru, lupa nama benda, tersesat di tempat yang dikenal.
  • Kesulitan Berpikir: Sulit berkonsentrasi, bernalar, atau menyelesaikan masalah, terutama yang melibatkan angka.
  • Masalah Bahasa: Kesulitan menemukan kata yang tepat atau memahami percakapan (afasia).
  • Perubahan Perilaku: Bingung, cemas, mudah marah, curiga, atau mengalami perubahan suasana hati.
  • Kesulitan Aktivitas Harian: Lupa cara melakukan tugas rutin seperti berpakaian atau mandi.

Penting untuk Diketahui:

  • Demensia vs Alzheimer: Demensia adalah gejala umum, sedangkan Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia (60-80% kasus).
  • Progresif: Penyakit ini terus memburuk seiring waktu.
  • Deteksi Dini: Penanganan sejak dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup penderita.
Bagikan
Tinggalkan ulasan

Tinggalkan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *